Mau ngobrolin soal cerpen-cerpen aku yang ada di novel terbaru Kampung Fiksi : KOTAK PANDORA.

Cerpen pertama dalam buku ini judulnya: DUA DUNIA. Kalau ada yang menebak ceritanya pasti horor maka tebakannya adalah: SALAH! Dua dunia disini bercerita tentang dua wanita yang menjalani hidup berbeda. Meyda dan Yani hidup bertetangga namun menjalani dunianya masing-masing. Meyda yang sibuk dengan kedua anaknya sementara Yani si lajang sibuk dengan pekerjaannya. Mereka sama-sama harus bangun pagi dengan rutinitasnya masing-masing. Keduanya mempunyai pandangan dan keyakinan sendiri akan hidup yang mereka jalani. Jadi, itulah sedikit cerita dari dua wanita yang walau hidup berdekatan tapi mempunyai dunia yang berbeda.

Cerpen kedua berjudul: PERCAYA. Berkisah tentang kedukaan dalam kehidupan tokohnya yang bernama Naomi. Kedukaan yang datang silih berganti yang membuatnya sulit percaya apakah ini yang dinamakan blessing in disguise? Mungkinkah kemalangan yang kita alami akan berbuah manis pada akhirnya? Atau mungkinkah permohonan kita belum tentu yang terbaik bagi kita?
Bagian 1


Ban Mae Camp, January 4, 2010 

Yth. Mr. Rosenberg 
di Washington, D.C. 

Selamat Tahun Baru 2010. Semoga keluarga Anda terberkati pada musim dingin yang menurut berita kali ini banyak membawa badai ke wilayah Pantai Timur Amerika. 

Dengan duka yang mendalam saya kabarkan bahwa salah satu anggota Badan Pengawas Komite Pengungsi Karen (KPK), Mr. Aung Tin Nyein, meninggal dunia pada 4 November 2009. Sebagai Sekretaris Komite saya ditugaskan oleh Ketua Komite untuk menyampaikan kabar duka ini kepada Anda. Menurut beliau Anda adalah salah satu sahabat terbaiknya yang tak henti-henti berjuang menolong para pengungsi. 

Hidup ini adalah rangkaian pilihan. Sekali memilih kita harus berani dan harus kuat menanggung akibatnyaEndah Raharjo

Dulu kukira cinta hanya membius yang berusia muda. Ternyata salah. Perempuan bernama Larasati yang bulan lalu berusia genap 45 tahun masih bisa terhanyut oleh arus cinta yang mengalir deras dari lelaki bernama Osken O’Shea. 

Sepenggal kalimat yang tertulis di halaman 178 tersebut bisa jadi adalah benang merah dari kisah cinta yang dituliskan oleh salah satu teman sekaligus penulis favorit saya, Endah Raharjo, dalam buku solo perdananya Senja di Chao Phraya.

Buku setebal 324 halaman bersampul semburat jingga suasana senja di Sungai Chao Phraya ini memang menceritakan kisah cinta yang hadir secara tak terduga antara dua tokoh utamanya, Larasati Lazuardi dan Osken O’Shea. Larasati, seorang perempuan Jogja yang mandiri dan tangguh dan Osken adalah seorang lajang-mapan-Amerika-keturunan-Kazakhstan-Irlandia yang berusia tujuh tahun lebih tua dari Laras.



Dear sahabat Kampung Fiksi, kami mempunyai berita gembira untuk kalian yang sudah lama menanti-nanti apakah akan ada lagi karya kami?

Tentu saja ada! Seperti yang telah kami ceritakan beberapa waktu lalu; komunitas kami terpilih oleh Leutika Prio untuk menerbitkan karya kami melalui mereka secara indie. Kami tentu saja menyambut berita tersebut dengan gembira. Butuh sebulan bagi kami untuk menyusun karya-karya kami yang terbaik untuk dipersembahkan bagi para pembaca.

Hari ini kami menerima kabar dari Leutika Prio mengenai kumcer terbaru kami: Kotak Pandora. Sudah terpajang dengan manisnya di website mereka dan siap edar!

Ingin tahu mengapa kami memberikan judul Kotak Pandora? Wah, maaf... Kalian harus membeli dan membacanya untuk tahu rahasia di balik judul itu. Jadi tunggu apa lagi sahabat Kampung Fiksi? Bukalah lembaran-lembaran dari Kotak Pandora dan temukan kejutannya di sana :)