Saturday, February 7, 2015

(Wawancara Penulis) Adham T. Fusuma: Seberapa penting promosi untuk buku karyamu?

Halo #fictionholic :)

Di rubrik wawancara KF pertama di tahun 2015 ini, tukang Wawancara KF berkesempatan mewawancarai Adham T. Fusuma. Novelist yang baru-baru ini meluncurkan novel keduanya berjudul "Rahasia Hujan" terbitan Moka Media.

Pria kelahiran bulan Juni tampak antusias saat bertemu tukang wawancara KF.

"Hay, Adham! Apa kabar? Sibuk apa nih sekarang?"
Adham menyambut pertanyaan TukangwawancaraKF dengan senyum semringah.

"Kabarku baik. Sekarang sedang sibuk menulis novel selanjutnya, plus sibuk ngurusin naskah-naskah karena sekarang saya bekerja sebagai editor di Penerbit Rakbuku.

"Oh jadi selain penulis Adham juga seorang editor yah? Enakan mana nih jadi penulis atau editor?"

"Saya menikmati keduanya, karena saya sangat menyukai dunia tulis menulis dan dengan menjalani keduanya saya seperti mendapatkan pengalaman secara utuh dan menyeluruh dari dunia tersebut."

"Oh iya kampung fiksi mengucapkan selamat atas terbitnya novel kedua berjudul Rahasia Hujan. Ceritain dong proses kreatif Rahasia Hujan! Inspirasinya datang dari mana? Berapa lama menulisnya? Berapa lama editnya?"


"Inspirasi novel Rahasia Hujan itu datang dari boneka teru-teru bozu. Dulu saya sempat kepikiran buat nulis cerita horor atau yang serem-serem dengan boneka itu sebagai inspirasinya. Dulu sempat saya bikin cerpennya, tapi ternyata hasilnya jelek, akhirnya saya coba jadikan novel, ternyata hasilnya malah lebih bagus. Lama penulisan kurang lebih 3-4 bulan, termasuk cepat karena waktu itu lagi galau patah hati jadi mood-nya disalurkan untuk menulis. Hahaha. Proses revisinya sekitar 1 bulan setelah itu masuk proses editing oleh penerbit Moka Media selama 3 bulan kalau tidak salah."

" Gimana waktu pertama kali lihat di toko buku?"

"Waktu pertama kali lihat Rahasia Hujan di toko buku? Yang pasti seneng banget. Saking senengnya dulu sampe rajin keliling toko-toko buku buat lihat novel saya di sana. Hahaha."

"Nah sebagai penulis kita tentu mau novel kita best seller kan? Sebagai penulis dan juga editor, menurut Adham apa aja sih elemen yang membuat sebuah novel menjadi best seller?"

"Wah, banyak. Mulai dari konsep cerita yang menarik, isi cerita yang bagus, packaging (desain cover, ilustrasi, dll) buku yang menarik, sampai ke faktor penulisnya. Penulis yang terkenal jelas lebih gampang menjual buku-buku mereka hingga akhirnya jadi best seller. Tapi, penulis-penulis baru seperti saya juga punya kesempatan kok buat menjadikan novel kita best seller. Tentu dengan usaha ekstra. Kita mesti rajin-rajin berpromosi, baik secara online maupun offline. Networking juga perlu, biar novel kita semakin dikenal oleh banyak orang."

"Bicara soal promosi, perlu nggak sih kita mempromosikan buku kita?"

"Perlu banget! Kadang masih ada penulis yang menyerahkan seluruh masalah promosi ke pihak penerbit, sementara dia hanya menulis saja. Memang sih, penerbit pasti mempromosikan buku kita, tapi mereka kan juga perlu mempromosikan buku lainnya. Jadi, kalau kita tidak turut serta berpromosi, ya paling novel kita cuma akan diketahui selama 2-3 bulan, lalu terlupakan. Ini sayang banget."

"Kalau Adham apa saja yang telah Adhan lakukan untuk mempromosikan novel Adham"

"Cara saya berpromosi? Saya sih berpromosi dengan cara yang saya tahu saja: tawarin ke teman-teman dan orang terdekat, promosi lewat sosial media, dan lain sebagainya. Saya kebetulan orang yang paling rajin promosi di sosial media, karena itu cara promosi yang paling mudah dan murah. Hahaha. Untungnya, karena saya rajin, penerbit akhirnya senang dan mau memfasilitasi metode-metode promosi lainnya, seperti mengadakan kuis, launching buku, talkshow ke radio, kasih merchandise, dan lain-lain."

"Jadi intinya penulis yang suka promosi akan senang apabila kita rajin self promosi, yah?"

"Benar sekali"

"Nah sebelum wawancara ini berakhir, Adham kasih tips menulis buat fiction-holic dong!"

"Untuk tips menulis, yang jelas harus banyak baca buku yang bagus dan terus berlatih menulis. Sebisa mungkin, buat dan tuliskan konsep cerita kamu selengkap-lengkapnya terlebih dahulu, sebelum kamu menuliskan ceritamu. Konsep tokoh-tokohnya, tentukan setting-nya, lalu buat kerangka karangannya. Kalau semua sudah terkonsep, menulis pun jadi lebih gampang."

Oke terima kasih Adham dan karena kita lagi omongin gimana mempromosikan buku kita. Kasih tahu Fiction-holic dong dimana dan mengapa kita harus beli Rahasia Hujan?

"Rahasia Hujan tersedia di toko-toko buku besar seluruh Indonesia. Kalau enggak mau capek-capek ke toko buku bisa juga pesan secara online di Republik Fiksi.
Kenapa kamu harus beli Rahasia Hujan? Karena di Indonesia ini tidak banyak novel dengan genre romance thriller untuk remaja. Jadi, Rahasia Hujan ingin menjadi alternatif bacaan bagi remaja dan dewasa muda yang barangkali sudah terlalu bosan dan jenuh dengan bacaan remaja yang begitu-begitu saja. Rahasia Hujan pun punya cerita yang semula manis namun menemui ending yang menegangkan. Saya harap, pembaca menyukainya."

Nah sekian fiction-holic ngobrol singkat dengan Adham. Yaps benar sekali yang dikatakan Adham, sebagai penulis kita kudu wajib dan harus mempromosikan novel kita. Tahukah kamu setiap hari ada seratusan buku yang terbit. Pembaca tentu ingin apa yang spesia dari buku kamu. Gunakan media sosial untuk mempromosikan bukumu. Toh kalau best seller kamu yang akan senang juga kan menerima royalti gede.
Sampai Jumpa di wawancara nulis lainnya.

Biodata
Nama : Adham T. Fusama
TTL: Jakarta, 01 Juni
Hobi: Membaca, menulis, menonton film, mendengarkan musik, wisata kuliner.
Novel : Dead Smokers Club (Penerbit FIm, 2013), Rahasia Hujan (Moka Media, 2014), Dead Delivery Service (e-book, Gramediana.com, 2014)
Penulis favorit: Roald Dahl, J.K. Rowling, Mario Puzo
Buku favorit: Seri Harry Potter, The Godfather, Fight Club.
Favorite quotes about writing: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pramoedya Ananta Toer.
Follow dia yuk di : @AdhamTFusama