[REVIEW] Stand By Me Doraemon

Terima kasih sebelumnya untuk +smartfrenworld  yang udah berkenan mengundang admin dari  +Kampung Fiksi untuk turut menonton Stand By Me Doraemon bertempat di +blitzmegaplex Grand Indonesia pada tanggal 18 Desember 2014 lalu.

Namanya juga Gathering Community, disediakan makan malam dan tentu saja informasi mengenai produk +smartfrenworld  yang terbaru. Dan tentunya kuis super heboh. Setelah itu barulah film dimulai.


Saya bukan penggemar berat Doraemon yang setia mengikuti cerita demi cerita. Baik yang ada di televisi ataupun buku komik. Jadi menurut saya, okelah pengenalan para tokohnya di awal cerita. Tentang anak sekolah yang sepertinya hopeless dalam hidup yang bernama Nobita. Setiap hari selalu diganggu oleh Tsuneo yang sok kaya dan Giant yang badannya besar sesuai panggilannya. Yang membuat Nobita semangat hanya karena seorang cewek cakep bernama Shizuka. Suatu hari datanglah generasi keempat dari keturunan Nobita yang bernama Sewashi dan Doraemon si kucing robot. Sewashi ingin menolong Nobita agar masa depannya tidak runyam dan Doraemon dipaksa melalui program yang mengharuskan dirinya tinggal sampai Nobita merasa bahagia. Kalau sudah tercapai, barulah ia bisa kembali.

Points to learn:
Bullying ada dimana-mana
Never too early to fall in love
How to survive your childhood
Almost everybody wants the easiest & quickest way to solve their problems

Dengan kehadiran Doraemon dan alat-alat ajaibnya, Nobita sepertinya terselamatkan dari segala kesialan dan bencana. Namun tidak semua berjalan mulus dan hasilnya malah kacau balau. Tapi dari kejadian ini, Nobita (dan penonton) belajar banyak hal.

Points to learn:
Loves means to let go
You need to pay attention
You need to study to pass your miserable years in school
Gadget or any other instant tool is not the answer to your problems


Pada akhirnya setelah melalui perjalanan panjang, Nobita mendapatkan apa yang ia mau. Ia bahagia. Tapi ini artinya perpisahan dengan Doraemon. Program tersebut mengharuskannya pergi jika Nobita sudah bahagia. Yang artinya masa depannya gak suram lagi.

Poins to learn:
Ada pertemuan ada perpisahan
Ada perpisahan ada pertemuan
Persahabatan itu penting
Don't take anything for granted
Ada proses belajar untuk berubah
Harus bisa berdiri sendiri

Saya mendengar keluhan kalau film ini tidak mengikuti cerita sesungguhnya. Bahwa ending cerita sebenarnya tidak seperti ini. Dan disinilah enaknya menjadi bukan penggemar berat suatu cerita. Saya bisa menikmati cerita mengalir dan juga happy ending-nya. Yaaa, seteleh terpingkal-pingkal dan sesekali meneteskan air mata, akhirnya bisa tersenyum saat layar telah tertutup.

Again, thank you sudah bisa nonton film ini bareng komunitas lainnya. I love it... Mudah-mudahan   +smartfrenworld  bikin acara nonton bareng Fast & Furious yang terbaru di tahun 2015. *Ngarep banget*


0 Spots:

Post a Comment