Wednesday, October 26, 2011

Pasukan Penyelamat Dunia

Saat ini bumi semakin sekarat. Hutan-hutan tropis semakin gundul. Banjir menjadi hal yang demikian biasa, sehingga penduduk berlomba-lomba membangun rumah yang tinggi. Matahari terasa seperti bola api raksasa yang membakar. Tak ada lagi manusia yang berani keluar rumah di siang hari tanpa pakaian khusus anti sinar ultra violet. Air laut meluap, sementara secangkir air bersih siap minum harganya jauh lebih mahal dari sebatang besar coklat.


Dunia semakin tidak ramah. Kejahatan merajalela. Polisi dan pemerintah dibuat tak berdaya oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Dan di dunia seperti inilah, tinggal lima orang pahlawan yang menamakan diri mereka Pasukan Penyelamat Dunia.

Toffel
Sebagai ilmuwan dan penemu cerdas yang meraih gelar professor bidang studi Teknologi Ilmiah pada usia 21 tahun, Toffel telah berhasil menciptakan sejumlah penemuan yang berarti bagi kehidupan umat manusia, seperti mobil dengan bahan bakar udara atau mesin pengalih gempa menjadi tenaga listrik. Bersama keempat temannya, Toffel tergabung dalam kelompok Pasukan Penyelamat Dunia dan diam-diam sedang mengembangkan sejenis mesin penumbuh pohon instan.

Dagri
Anggota kedua Pasukan Penyelamat Dunia, Dagri, adalah pemain sepak bola terkenal yang berhasil membawa tim Indonesia menjadi juara dunia. Dengan nama besar yang dimilikinya dan penggemar yang tersebar di seluruh belahan bumi, Dagri giat mempromosikan kampanye penyelamatan bumi. Tahun lalu, Dagri memulai debut sebagai penyanyi. Lagunya yang berisi pesan untuk melindungi bumi menduduki posisi teratas di jajaran lagu dunia sampai saat ini.

Gadiel
Sumber pendanaan terbesar Pasukan Penyelamat Dunia berasal dari Gaddiel sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Di usianya yang baru menginjak 30 tahun, Gaddiel memang terkenal sebagai seorang yang tampan dan dermawan. Sumbangsihnya terhadap pelestarian lingkungan menganugerahinya dengan penghargaan tertinggi dari presiden dunia.

Nardi
Motor penggerak kelompok Pasukan Penyelamat Dunia adalah Nardi, seorang agen rahasia. Dengan kemampuan bertarung, kecepatan analisa serta pengetahuannya akan segala jenis senjata, Nardi selalu ditugasi menjalani misi-misi rahasia dan berbahaya.

Vidya
Sebagai satu-satunya perempuan di kelompok Pasukan Penyelamat Dunia, Vidya adalah sosok yang unik. Dengan kemampuannya membaca masa depan, Vidya telah berkali-kali berhasil membawa kelompok mereka menyelamatkan bumi, bahkan sebelum bencana-bencana itu terjadi.

*****

“Tunggu”, sergah Vidya, “Masa aku digambarkan seperti paranormal? Ga adil! Aku maunya jadi agen rahasia. Emang perempuan ga boleh jadi James Bond apa?”

“Aduh.. Vidya. Tidak boleh protes dong. Kan aku yang jadi pemimpin kelompok. Jadi aku yang berhak menentukan”, Toffel memutar matanya dengan kesal.

Nardi berusaha melerai kedua sahabatnya. “Sudah..sudah”, katanya, “Apa jadinya bumi ini kalau sesama anggota Pasukan Penyelamat Dunia saja berantem karena urusan pembagian tugas.”

Dagri mendesah. Ditopangkannya kedua tangan kecilnya ke dagu. “Teman-teman, benaran yah saat kita dewasa nanti, bumi sudah demikian sakit? Aku tak mau sampai tak bisa mandi gara-gara tak ada air bersih.”

Gaddiel menjitak kepala Dagri yang pitak sedikit di sebelah kiri, “Mana kita tahu? Bisa saja kan? Makanya kita buat rancangan penyelamatan mulai dari sekarang. Mumpung kita semua masih berusia 10 tahun. Siapa tahu pahlawan-pahlawan seperti Pasukan Penyelamat Dunia memang dibutuhkan bumi dua puluh tahun kemudian.”