Thursday, October 27, 2011

Hyun Bin Sarangheyo


"Ini gara-gara kamu jadi kita harus mencari pembantu baru lagi!" gerutu Mama padaku entah untuk yang kesekian kalinya. Aku terpaksa hanya bisa manggut-manggut dan menggumamkan kata maaf. Pikiranku mau tidak mau melayang ke Ratmi pembantu kami yang sudah keluar tiga bulan yang lalu.

Dari semua pembantu yang keluar masuk rumah kami, Ratmi boleh dibilang yang paling lama bekerja disini. Mama dan Papa menyukai dirinya karena walau sebenarnya dia sering telmi alias telat mikir, tapi dia sangat penurut. Contohnya? Ratmi tidak mengerti mengapa kami tidak mengijinkannya untuk sembarang menerima tamu. Apalagi jika kami semua sedang tidak ada di rumah. Ia tidak mengerti ada konsep orang jahat yang bisa menyerang siapa saja yang lengah. Tapi ia memilih menurut apa yang kami katakan karena baginya kami adalah majikan yang harus ia turuti. Wah, bagaimana mungkin dia tidak menjadi kesayangan orangtuaku?

Aku jarang berbicara dengan Ratmi karena selalu pulang malam dari kantor. Dan di akhir pekan biasanya aku selalu keluar bertemu teman-temanku. Tapi akhir pekan ini aku tidak punya rencana keluar sehingga mulailah aku bertapa di dalam kamar. Satu persatu film yang ada di tumpukan meja mulai aku tonton. Ketika sedang asyik-asyiknya menonton, tiba-tiba terdengar ketokan di pintu. Ternyata Ratmi datang membawakan teh serta cemilan pisang goreng. Ia meletakkan di meja dekat tempat tidurku lalu berdiri disana. Aku menoleh karena mulai merasa terganggu dan mendapati matanya sedang terpaku pada layar televisi.



"Itu film apa sih, Mbak?" matanya tidak lepas dari layar televisi. "Bahasanya aneh begitu... Kok Mbak bisa mengerti...oh, ada teks-nya..."

Tanpa sadar aku mendapati diriku tersenyum mendengar pertanyaan Ratmi. Aku lalu mengatakan padanya, jika ia sudah tidak ada yang harus dikerjakan ia boleh menonton bersamaku. Dan itulah dimulainya sejarah Ratmi menyukai film serial Korea. Tentu saja aku harus menahan diri di awalnya karena Ratmi tidak henti-hentinya bertanya, ini siapa? Itu siapa? Menurut dia, semua wajah pemain film Korea itu sama dan susah baginya untuk membedakan. Apalagi jika mereka semua mempunyai model rambut yang sama, maka aku akan semakin stress untuk menerangkan ceritanya. Tapi itu dulu ketika pertama-tama ia baru mengenal serial Korea. Lama-lama Ratmi mulai paham akan alur ceritanya, bisa menyebutkan dengan fasih nama-nama pemain filmnya. Dan tidak hanya itu, ia mulai menyisihkan uang gajinya untuk membeli handphone. Dan ia memastikan handphone itu bisa untuk internet!

"Memangnya kamu demen juga main Facebook ya Ratmi?" aku menggodanya ketika ia meminta untuk diajarkan. Ia hanya tersipu dan menjawab perlahan,"Anu mbak..., langganan dvd-nya Mbak itu punya account Pesbuk..."

Lantas apa hubungannya, pikirku dalam hati dan rupanya terbaca olehnya di raut wajahku. Ia tambah tersipu lagi dan mengatakan bahwa si penjual tersebut selalu mengumumkan film-film baru di pesbuk eh Facebook. Buset, ternyata dia lebih update daripada diriku.

Dari semua film yang ia tonton, entah kenapa Ratmi sangat menyukai Hyun Bin. Mungkin efek dari menonton film My Name is Kim Sam Soon. Dimana Hyun Bin memerankan tokoh pria kaya yang menjalin hubungan dengan wanita yang lebih tua, gemuk dan sama sekali tidak ada menarik-nariknya (itu kata Ratmi loh!) Jadilah dia mulai mengkoleksi tabloid yang berisi berita tentang Hyun Bin. Ia mulai menyimpan banyak foto-foto Hyun Bin dari dunia maya. Tapi kami tidak ada yang terlalu pusing karena toh kegilaan Ratmi itu sama sekali tidak mengganggu kami. Ia tetap melaksanakan kewajibannya di rumah sehingga apa alasan kami melarangnya?

SALAH.

Suatu hari dengan tersedu sedan, Ratmi menemui Mama dan mengatakan ia ingin berhenti. Mama tentu saja terkejut dan berusaha keras bertanya apa yang terjadi. Pikiran terburuk melintas; Mama menduga Ratmi mungkin hamil. Tapi ini juga tidak mungkin karena ia jarang bergaul di lingkungan tempat kami tinggal. Jadi apa yang menyebabkan ia ingin berhenti?

"Saya benci Syahrini, nyonyaaa...," lalu ia menangis lagi dan membuat Mama semakin heran. Dan kelanjutannya membuat Mama menghela napas.

"Hyun Bin Oppa... Enak saja tuh Syahrini itu... Sok akrab dengan dia... Saya patah hati, nyonya...," lalu Ratmi melanjutkan permintaannya untuk berhenti. Sampai berbusa kami bertiga mencoba membujuknya namun tanpa ada hasil. Ketika aku mengawasinya berkemas, kutanyakan akan kemanakah dia?

"Saya mau kerja di Korea, mbak! Katanya jadi TKW disana nasibnya lebih baik...," kuperhatikan matanya berbinar-binar ketika mengatakan hal ini."Dan siapa tahu saya bisa ketemu Hyun Bin Oppa..." Huhhhh, aku rasa ini dia alasan sebenarnya ia berhenti dan bukan karena omong kosong soal patah hati. Hari itu juga kami melepasnya pergi dan akhirnya setelah sempat kelimpungan...waktu pun berlalu. Kami mulai beradaptasi dan dalam proses mencari pengganti dirinya.


Oh, Ratmi..., Ratmi... Aku menghela napas sambil menduga-duga dimanakah dia sekarang?

"Nah, besok kita sudah dapat pembantu," Mama lalu melotot ke arah diriku. "Dan tolong deh... Jangan kamu ajar untuk menonton film Korea lagi ya!"

Oh, Hyun Bin oppa... I lup yu pull...