Puisi-puisi El Hida (5)

Bingkai Hujan
Mengukir bingkai akan kenang dan perjumpaan
Ada yang asing dari tatapan malam kala itu
Langit tampak gundah, Bu, dan aku kian menggigil
Gemawan beriring dari hati menuju matamu
Aku melupa sebuah riwayat yang kau tulis di keningku
Angin semakin tajam, Bu, jantungku ditusukinya
Terjatuh ragaku di antara ombak dan gelombang
Kurasakan letih memenjarakan setiap sabdamu
Aku tak mampu bangun, Bu, matahari menimbuniku
Rembulan lalu jatuh di ujung bulu matamu
Membasahi setiap hela nafas dalam rindu
Ingin sekali kupeluki engkau, Bu, harapku kian membungkuk
Fajar mencekal mimpi saat aku kehilangan lelap
Terbangun dari setiap rintik yang menidurkan gelisah
Aku masih telanjang, Bu, kurasakan tali pusarku masih terikat di rahimmu
Isakan hujan terdengar begitu nyaring
Lututku kian tak bisa kuluruskan dengan masa yang tak henti mengadzaniku
Asaku melepuh, Bu, aku ingin terbaring abadi di jiwamu
El Hida 09062011             

***

PELACUR HUJAN

aku melacur untuk kesekian kali

membiarkan hujan menggerayangi setiap jengkal raga

hingga dia hamili perihku

aku rela



tak ada lagi malam dan siang

masa terlihat kembar dengan hati yang berkepingan

pun engkau hanya tabu

dan setiap rintik dari kemaluan langit itu

menjadi engkau dan kepahitan jiwa



setubuhi aku, wahai engkau jelmaan awan

banjirkan manimu di rahimku

jangan ragu



el hida 03062011
 

2 comments: