Puisi-puisi Ari Rian (3)

Masihkah Ada ke Murnian itu...?

di setip ku bersendiri di gelap malam...
ingin ku kembali di mana semuanya alami...

suara merdu dari burung penyambut pagi...
yang t'lah asing ku dengar di hari ini tiap pagi...

suara kata bergembira pun habis hujan membisu..
hanya keluhan ku dengar setiap hujan berhenti..

tangisan para pejuang hidup karna kekurangan...
tak ada susu dan beras di makan hari ini...

jiwa penolong hanya diam di sudut ke angkuhan...
tertawa di atas ke kuasaan setan pengancur jiwa...

ini kah...
tangis...
jeritan...
pemenindasan...
keangkuhan berjaya...

kitab kebaikan hanya tersimpan dalam lemari tua...
hanya dongeng lama yg mungkin kuno...

adat lembanga yang di angungkan dulu...
tingal hanya nisan buram di tanah pengasingan...
yang tertutup untuk setiap hati anak penerus...

masih adakah ke murnian itu..?
atau hanya pencari mungka..
untuk di puji dapt pujian...

ya...
itu pertanyaan untuk ku...
untuk jiwa yg masih yakin pada kedamain...
kesucian hati...
yg melekat pada anak penerus...



Kelemahan mu ke kuatan mu

di kejauhan para pemberi kekuatan di hati...
ku terus coba berjalan pada jalur yang telah di tetapkan...
bejalan di suasana ke terpurukan para pejuang hidup...
berjuang untuk bertahan..
ya, untuk bertahan...

setiap lorong yang ku lewati selalu mendengar jeritan ke sakitan...
tiap sudut pun terdengar tanggisan anak kecil tak berbapak ibu...
suara itu ku cuba untuk terus mendengar walau hati teriris...
ini mungkin aluran syair yang ingin ku rangkai di setiap malam datang...

goresan hati ku selalu ingin pergi bersama mereka yang selalu ternoda...
ternoda oleh setiap keangkuhan para budak lintah darat...
yang tak pandang bulu mengisap darah para pejuang hidup...
juga anak tak berbapak ibu yang tersisih di lorong kehinaan...

walau pun ku juga terpuruk dalam lorong pengasingan ini...
ku terus mencoba untuk melawan kebusukan itu...
tak berdaya ku jauhkan dari kelaparan jiwa...
ku bakar dengan kekurangan ku kekuatan ku...

lelah ku kadang merayu penuh tipu daya yang begitu menawan...
hampir termakan kata yang mengiyur itu di jiawa ku...
tapi para gembel...
anak jalanan...
anak penghinaan...
para korban lintah darat...
memberi kekuatan pada setiap kelelahan jiwa ku...

lorong ini kan terus akan ku perjuangkan...
untuk para yang suara tangisan dan kesakitan...

INI TANAH KELAHIRAN KITA...
SADARKAN HATI KITA UNTUK BERJUANG...
MENYINGKIRKAN PARA PERAYU DARI LUAR ITU...
JANGAN PERNAH TAKUT...
KARNA KETAKUTAN HANYA AKAN MEMBUAT MU MATI...
SELAP KETAKUTAN MU MENJADI KE KUATAN...


By Ari Rian
Ari Ryan Pasalimapuluh (facebook)
Puisi.tulisan awam. by Ari Ryan Pasalimapuluh (www.tuilsanari.phpnet.us) (halaman facebook)
http://puisipenulisawam.blogspot.com (blog)
www.tulisanari.phpnet.us (web)

3 comments: