Wednesday, May 22, 2013

(RabView) Marginalia, Ketika Sebuah Catatan Pinggir Menggoreskan Takdir

Aku Yudhistira, aku Arjuna, aku Bima, aku Nakula Sadewa. 
Berapa Bharatayudha harus kujalani. 
Demi kamu. Drupadiku?

Blurb

Aruna
CENGENG! Tulisan singkat dan rapi di kumpulan puisi Rumi kesayangan almarhum Padma membuatku terbakar. Kurang ajar! Berani-beraninya cewek dingin berhati belatung itu menodai kenangan Padma. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa. Aruna, vokalis Lescar, band rock yang paling diidolakan. Tunggu pembalasanku!

Drupadi
Aku tak punya waktu untuk cinta. Meski nyaris tiap hari aku berhubungan dengan yang namanya pernikahan, ini hanya urusan bisnis semata. Aku tak percaya romantisme, apalagi puisi menye-menye. Hidup ini terlalu singkat untuk jadi melankolis. Namaku memang Drupadi, tapi hatiku sudah tertutup untuk laki-laki.



Novel berjudul Marginalia ini adalah pemenang kedua dari lomba menulis novel Qanita Romance yang diadakan pertengahan tahun 2012 lalu. Kisahnya bercerita seputar dua tokoh utamanya yang dipertemukan melalui cara yang tidak biasa, lewat marginalia. Apa itu marginalia?


Marginalia adalah sebuah istilah untuk catatan yang dibuat di pinggir halaman sebuah buku. Untuk beberapa orang, mencatat sesuatu di pinggir halaman sebuah buku yang sedang mereka baca merupakan salah satu cara untuk berhubungan atau menyampaikan pemikiran mereka tentang buku yang dibaca tersebut. Demikian yang dipercaya oleh Padma, kekasih Ren (Aruna) yang sudah meninggal karena kecelakaan pesawat. Namun marginalia yang ditinggalkan Padma di dalam sebuah buku kumpulan puisi Rumi membuat Aruna merasa sulit untuk melupakan Padma dan melanjutkan hidupnya. Hingga akhirnya dia mengembalikan buku itu ke sebuah cafe bernama Marginalia, tempat kenangan mereka berdua. Aruna berharap ada yang membaca marginalia yang ditulis Padma di buku tersebut.

Siapa sangka, ternyata Drupadi, perempuan mandiri yang tidak percaya cinta, ditakdirkan untuk datang ke cafe itu dan menemukan marginalia yang ditinggalkan Padma. Karena suatu hal, Drupadi terpaksa meninggalkan marginalia di buku itu. Dan catatan yang dibuatnya adalah, "CENGENG!"

Selanjutnya, marginalia itulah yang menghubungkan Aruna dan Drupadi seperti sebuah rantai yang saling bersambung dan akhirnya mempertemukan mereka dan membuat mereka saling jatuh cinta. Namun Drupadi sudah memiliki Adnan dan Aruna adalah seorang vokalis band terkenal yang dipuja banyak perempuan. Belum lagi masa lalu keduanya yang ternyata masih menghantui langkah mereka hingga kini. Akankah Aruna dan Drupadi bersatu? 

Dari 3 pemenang lomba menulis novel Qanita Romance, cover novel ini adalah yang paling menarik perhatian saya. Selain judulnya yang juga masih terdengar asing di telinga saya dan mengundang rasa penasaran. Covernya cute, walaupun menurut saya kurang mewakili isi cerita, tapi setidaknya bayangan saya tentang Cafe Marginalia dalam cerita tergambar di cover buku ini. 

Melihat dari gaya bertutur Dyah Rinni dalam cerita ini, saya menilai Dyah sudah cukup matang dan lama malang-melintang menulis fiksi. Dyah lihai sekali menyusun adegan sehingga tak ada plot yang terasa "bolong". Trik Dyah membuat adegan-adegan pendek dan memakai sudut pandang orang pertama dari dua tokoh utamanya: Drupadi dan Aruna, patut diacungi jempol. Karena dengan begitu saya terpancing untuk meneruskan membaca sampai akhir cerita, dan sama sekali tidak kesulitan membayangkan adegan per adegan yang sedang saya baca. 

Karakter Drupadi yang tegas dan skeptis juga "dapet banget" menurut saya. Karakter Aruna juga cukup tergambarkan sebagai sosok laki-laki muda yang menghormati perempuan, walaupun sebagai seorang rocker yang digandrungi banyak perempuan, saya masih kurang dapat "greget'nya. Apakah itu karena saya sudah terlanjur membayangkan Ariel Noah, ya? Hihihihi ...

Ada banyak adegan dan kutipan yang saya suka di novel ini. Adegan yang paling menyentuh hati saya adalah ketika Aruna mendengarkan musik yang sedang dimainkan oleh ayah Drupadi. Terasa menyentuh hati sekali.

Caranya menikmati musik begitu berbeda denganku. Aku mencintai musik ayahku karena itu adalah musik ayahku. Tetapi Aruna, ia menikmati musik seperti seniman sejati. Ia menutup matanya, berusaha menyelami jiwa ayahku, menangkap pesannya dan kemudian mengulanginya melalui bibirnya. Suara Aruna yang kuat dan sedikit serak, mengalun dalam keheningan ruang keluarga kami. Aku menoleh kepada ibu dan menemukan matanya mulai basah.

Secara garis besar, Marginalia adalah novel romance yang keren dan beda. Tidak melulu berisi kegalauan dan kalimat "menye-menye" (meminjam istilah Drupadi di blurb) tapi berisi serentetan kejadian yang mengarah ke sebuah persoalan dan klimaks yang asik untuk diikuti hingga selesai. Kegelisahan hati Drupadi dan Aruna digambarkan secara tegas dan lincah, sehingga tidak perlu berpanjang-panjang kalimat, Dyah sudah bisa menggambarkan apa yang sedang dirasakan oleh kedua tokoh utamanya. 

Mau kenalan dengan penulisnya? Silakan follow Dyah Rinni di @deetopia. Dyah juga sering berbagi tips menulis lho di Twitter. :)

Judul: Marginalia, Catatan Cinta di Pinggir Hati
Penulis: Dyah Rinni
Tebal: 304 halaman
Penerbit: Qanita, PT. Mizan Pustaka