Kembali

Kembali
oleh G

Malam itu dia kembali, perempuan berwajah purnama hampir usai
diikatkannya layanglayang yang selama ini membawanya terbang
diikatnya. pada kotak surat pembawa pesan. diikatnya.
35 harihari berlalu sejak kepergian lalu kepulangannya.
dia masih rindu pada cakap burung layanglayang ketika
itu.

Malam itu dia kembali, kepada angin dia kembali, perempuan berwajahkan
bintang malam separuh peri. dibawanya kembali layanglayang
yang membawanya terbang. suratsurat bertumpuk di dalam kotak pos
tak pernah dibukanya, tak pernah dibacanya.

Malam itu dia pulang. dia pergi untuk pulang kepada langit
kepada lengkunglengkung jauh di batas horizon yang semakin vertikal
lalu menjadi sesuatu seperti janji tanpa batasbatas dan ikatan
dia pulang. dia pulang.

Seperti janjinya,
untuk tiga puluh hari ke depan dia pulang. menunggu detikdetik.
sebelum mengetuk pintu.

10 comments:

  1. jujur, nggak mudeng. tapi dua bait trakhir bolak balik aku baca sambil manggutmanggut. :)

    ReplyDelete
  2. Puisi perdana yang pas untuk menyambut bulan puisi... pulang ke kampung fiksi... hihihihihihiii...

    ReplyDelete
  3. Naim, ugh... baiklah, sering sama2 ga mudeng jadi satu sama sajalah, ^__^

    Mbak Endah, huehuehuee... kayaknya memang begitu maksudnya :)

    ReplyDelete
  4. sudah waktunya tuk kembali...kembali pulang..kembali menanam padi...

    ReplyDelete
  5. 'pulang'.
    kemana tujuanya? Ya pulang. Kemana? PULANG.
    Keren mbak. Walau sulit memahaminya.

    ReplyDelete
  6. Saat pintu tertekuk pada suatu pasti yang nanti, buka jendela. Meski berkarat, ia setia mengantar kembali.

    Semesta tak beratap.

    ReplyDelete
  7. *menyimak puisi cantik ini* .. gimana bikinnyaaaaaaa?

    ReplyDelete
  8. Suka bait kedua dari terakhir...

    kalo ma Uni winda kursus cerber...
    sama mba G kursus puisi... yah..yah...yah...

    ReplyDelete
  9. tidak usah dimengerti, tapi mari nikmati. seperti secangkir kopi susu yang manis, yang tak usahlah kita tebak-tebak berapa sendok gula atau susu di dalamnya..

    :)

    ReplyDelete