Friday, July 31, 2015

(Tips Praktis) Apa Yang Bisa Dilakukan Seorang Penulis Setelah Berhasil Menulis Cerpen?

Kamu sudah rajin menulis selama bulan Juli. Kamu dinobatkan menjadi cerpenis terbaik dan mendapatkan paket buku dari Penerbit Mizan. Atau, kamu berhasil memenangkan hadiah-hadiah dari 3 kuis yang diprakarsai para admin. Tapi, kamu merasa pencapaian tersebut belum maksimal. Kamu yakin masih ada yang bisa kamu lakukan untuk karya-karyamu. Apabila kamu adalah salah satu dari penulis yang memiliki kegelisahan tersebut, ini dia beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan:

1. Terbit Indie. Menerbitkan kumpulan cerpen (kumcer) secara indie melalui fasilitator terbit indie terkemuka seperti Amazon, Nulisbuku, Mizan Store, Indie Book Corner, Leutikaprio, adalah pilihan yang dengan mudah dapat kita lakukan pada saat ini. Kamu hanya harus memiliki tekad serta rasa percaya diri untuk melakukannya. Banyak orang sudah berhasil melakukannya, jadi, tunggu apa lagi?

2. Ebook. Merangkumnya menjadi ebook dalam format pdf atau epub (akan dibahas cara pembuatannya pada artikel lain, tunggu ya..), atau format lain yang tersedia, juga merupakan pilihan masa kini. Kamu dapat menawarkannya diunduh gratis oleh pembaca.

3. Kirim ke penerbit. Menawarkan karyamu kepada penerbit-penerbit seperti Gramedia, Mizan, Diva Press, Stiletto dan masih banyak lagi penerbit besar maupun kecil lainnya. Kenapa tidak? You've got nothing to lose. Kalau ditolak, perbaiki, atau kirim ke penerbit lain yang mungkin saja berminat. Kalau ternyata diterima, berarti itulah bonus berpartisipasi di event KF. Jangan lupa untuk ikut lagi tahun depan.

4. Mengikuti Lomba. Misalnya, lomba cerpen dan cerber Femina yang tenggat waktunya adalah pada bulan September dan November, masih keburu dong! Tentunya harus dilakukan revisi dulu dan disesuaikan dengan gaya majalah atau tema lombanya.

5. Menulis Novel. Mengembangkan cerita pendek menjadi sebuah cerita panjang, bukanlah hal yang mustahil. Kalau kamu merasa karyamu belum tuntas, karena masih banyak sekali bagian yang dapat dikembangkan dan tokoh-tokoh imajinasi baru yang bermunculan, itu pertanda ceritamu adalah calon novel. Wujudkanlah!

Banyak jalan menuju Roma, kawan! Sekarang, terserah kepadamu untuk memutuskan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.

Semangat!