Tips Menulis Novel J50K: Tokoh/Karakter

Kampungfiksi.com- Kampung Fiksi mengucapkan Selamat Natal 2012 bagi umat Kristen dan Jelang Tahun Baru 2013 bagi kita semua. Jangan lupa, J50K akan segera di mulai, bagi yang sedang mempersiapkan untuk ikut J50K 2013, baik yang memutuskan untuk menulis novel, antologi cerpen atau puisi, semoga sepanjang desember ini sudah memikirkan dan mempersiapkan bahan-bahan karangannya dan bisa melaju di J50K nanti.

Sedikit bekal untuk teman2 semuanya dan semoga berguna:

Yuk Menciptakan Tokoh 

Salah satu cara yang paling masuk akal dan juga mengasyikkan saat mengarang cerita adalah menciptakan tokoh-tokoh yang kelak akan berperan di dalam ceritanya. Agar dapat menciptakan tokoh yang benar-benar berkarakter dan hidup, pengarang perlu mengenal dengan baik profil dari tokoh-tokohnya. Tujuan utamanya adalah agar bagi pengarang sendiri, tokoh-tokohnya benar-benar terasa nyata dan hidup, ia harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibayangkan, dirasakan dan diraba. Ia menjadi begitu nyata seakan-akan dia memang seseorang yang hidup dan dikenal oleh pengarangnya. Lagipula ada nasehat bijak yang berkata, tulis apa yang kamu ketahui dengan baik. Nasihat tersebut sangat cocok untuk diterapkan di sini. Pengarang akan dapat menulis ceritanya dengan baik, karena telah mengetahui dengan sangat baik tokoh-tokoh yang berperan di dalam cerita tersebut. Apabila tokoh-tokoh di dalam ceritanya begitu nyata bagi pengarangnya, tokoh-tokoh itu akan juga terasa nyata bagi pembaca.

Tidak seluruh informasi yang diciptakan oleh pengarang akan dipakai di dalam cerita. Informasi-informasi mendetil tentang tokoh-tokoh ini adalah faktor x yang diperlukan oleh pengarang untuk membangun ceritanya dan menjawab segala pertanyaan yang perlu dijawab tentang tokohnya, sehingga, pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut di dalam cerita memiliki alur logis, konsistensi dan terasa sesuai dengan kepribadian tokoh.

Itu sebabnya pengarang perlu mengetahui secara intim semua tokoh-tokohnya. Pengarang perlu mengerti semua rahasia yang disimpan oleh tokoh-tokohnya. Seringkali inilah yang mendasari banyak sekali motivasi dramatis dari pertimbangan dan tindakan tokoh. Dengan sungguh-sungguh bekerja menciptakan karakter-karakter tokoh, pengarang akan mengetahui rahasia-rahasia yang tersembunyi dari pandangan orang-orang terdekat tokoh tersebut, bahkan, rahasia yang tidak disadari oleh tokoh itu sendiri. 

Galilah sedalam-dalamnya dan temukan harta karun di dalam setiap tokoh ciptaan.

Berikut ini, beberapa kegiatan yang dapat membantu lebih memahami dan mengenal tokoh-tokoh ciptaan. Semakin terperinci informasi yang diciptakan oleh penulis akan semakin baik penulis mengenal tokoh ciptaannya.

I. Mari mulai menggali 

Kita mulai menggali secara acak, seperti apa tokoh kita, karena itu dia belum diberikan 'bentuk' fisik lebih dahulu pada bagian pendahuluan ini. Poin-poin yang ada di sini, bisa ditambahkan sendiri oleh pengarang sesuai dengan kebutuhan penokohan.

Let's get personal!

1. Apa saja isi: tas, dompet, laci meja kerja, lemari tokohmu? (Mis. Di dalam tas, aku selalu membawa: Soy Joy, krim wajah, empat macam lipstick, 2 hape: android dan bb dan sebuah revolver kecil untuk berjaga-jaga. Dsbnya.)

2. Tokohmu berharap wajahnya mirip dengan wajah siapa? Saat tokohmu melihat wajahnya sendiri di cermin apa yang dipikirkannya? (Mis. “Aku berharap wajahku lebih mirip ayah, yang berhidung lancip dan berahang kuat. Sayangnya, meskipun mataku besar dan indah seperti mata ibu, aku juga harus mewarisi hidungnya yang kecil dan tenggelam di antara kedua pipiku.”)

3. Kalau tokohmu suka melamun apa isi lamunannya?

4. Seperti apa cara berjalan tokohmu? Bayangkan ia sebagai seorang penari, penari macam apakah dia? (Mis. Penari alamiah, penari yang luwes, penari dengan gerakan aneh, dsbnya)

5. Deskripsikan ciuman pertama yang dialami oleh tokohmu.

6. Seperti apa aroma tokohmu? (misalnya: berbau sabun bayi, bau keringat, bau rokok, bau wangi parfum, jenis apa? Dsbnya)

7. Kalau dibandingkan dengan tokoh terkenal, siapa yang paling mirip dengan tokohmu dan siapa yang sama sekali bertolak belakang dengan tokohmu dan mengapa? (Mis. Dia mirip dengan Habibie. Kecil, lincah dan sangat cerdas. Cara bicaranya juga cepat dengan mata yang bergerak-gerak. Dia sama sekali tidak sama dengan Rhoma Irama yang berbulu dan berahang lebar, juga kurang cerdas saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya.)

8. Saat terakhir kali tokohmu pergi berbelanja, apa saja yang dibelinya dan kenapa?

9. Jenis kendaraan apa yang sering digunakan oleh tokohmu? Kalau dia memiliki mobil pribadi, jenis apa? Kalau tidak, mobil apa yang ingin dikendarainya?

10. Sebutkan dua buku terakhir atau film terbaru yang dibaca/ditonton oleh tokohmu.

11. Adakah pengalaman buruk yang tidak ingin diingat oleh tokohmu dan apakah pengalaman menyenangkan yang selalu diingat kembali oleh tokohmu?

12. Apa cita-cita masa kecil tokohmu dan bila dibandingkan dengan situasi nyata pada saat ini berhasil atau tidak berhasilkah ia menggapai cita-cita itu? 

13. Bayangkan, orang-orang macam apa yang tidak akan cocok dengan tokohmu dan mengapa?

14. Bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh tokohmu kalau dia merasa:
- marah tapi berusaha untuk tidak menunjukkannya
- malu
- grogi
- tertarik kepada seseorang

15. Tokoh seperti apa di dalam buku/film yang dirasakan oleh tokohmu mirip dengan dirinya?

16. Kepada siapa tokohmu merasa iri dan mengapa?

17. Apa yang suka dipamerkan oleh tokohmu dan seperti apa caranya memamerkan hal tersebut? (Mis. Uang, Mode, Buku, Musik, Pengetahuan, Jabatan, Rumah, Tingkat Sosial, Budaya)

18. Pelajaran/Kegiatan apa yang paling baik dan paling buruk dilakukan oleh tokohmu saat bersekolah?

19. Apakah tokohmu berdoa? Bagaimana dia berdoa dan kenapa dia berdoa?

20. Dalam situasi apa tokohmu merasa paling percaya diri?

21. Tempat seperti apa yang dihindari oleh tokohmu?

22. Gambarkan seperti apa tokohmu sebagai:
- cucu/anak/adik/kakak/sepupu
- teman
- blind date
- pacar
- teman sekamar
- pelanggan (Mis. Kalau kamu adalah pelayan restoran di mana tokohmu sering makan siang/malam, kesan seperti apa yang dia timbulkan?)

23. Dalam situasi seperti apa tokohmu dapat bersikap tidak sopan dan apa yang dilakukannya?

24. Apa yang dirasakan oleh tokohmu tentang acara kumpul keluarga?

25. Bagaimana sikap karaktermu tentang: 
- pernikahan
- sex
- uang
- hal-hal gaib

26. Sebutkan kesukaan tokohmu:
- makanan
- warna
- minuman
- cuaca

27. Apakah tokohmu memiliki tempat persembunyian? Apa yang disembunyikannya di sana? (Mis. dalam The Casual Vacancy, Fats dan Andrew Price memiliki tempat persembunyian, sebuah goa/ceruk di tepi sebuah tebing tempat mereka bersembunyi untuk ngobrol-ngobrol.)

28. Apa baju kesayangan tokohmu? 

29. Apakah tokohmu memiliki ketakutan yang tidak masuk akal? (Mis. Takut kecoak, takut ketinggian, takut menyalakan api, takut gelap, dsbnya.)

30. Saat kamu menanyakan semua pertanyaan ini, mungkinkah tokohmu akan berbohong saat menjawabnya? Pertanyaan yang mana yang dijawab dengan bohong dan mengapa tokohmu harus berbohong ketika menjawabnya?

II. Mari menggali lebih dalam lagi.

Bagaimana cara mengukur kepribadian seseorang? Ini adalah pertanyaan yang seharusnya diajukan kepada setiap pengarang saat dalam proses merancang tokoh-tokohnya. Pengarang wajib memahami kepribadian tokoh-tokohnya luar dalam, lagi pula hal inilah yang membuat kegiatan mengarang itu sendiri menjadi lebih mengasyikkan. 

Kalau seorang pengarang tidak tahu apa yang membuat tokohnya kesal atau situasi seperti apa yang membuatnya tidak nyaman, bagaimana pengarang bisa menuliskan adegan-adegan berdasarkan fakta-fakta tersebut sebab fakta-fakta itu tidak ada, tidak diciptakan lebih dahulu. Dengan menciptakan fakta-fakta seputar profil tokoh, pengarang akan lebih mudah membuat adegan-adegan di dalam ceritanya. Dengan demikian, pengarang juga menghindarkan dirinya dari tertahan pada ‘jalan buntu’ atau yang lebih kita kenal dengan istilah writer’s block. 

Dengan menciptakan fakta-fakta dan informasi-informasi latar belakang tokoh, pengarang juga bisa melihat konflik-konflik batin yang berpotensi untuk diciptakannya. Konflik-konflik batin inilah yang biasanya memperkaya sebuah cerita, sehingga pembaca tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi dari awal hingga akhir.

Karena itu mari kita mencoba untuk menggali lebih dalam lagi. Sekarang, kita mulai memberikan 'sosok fisik' tokoh kita.

Nama tokoh dan titel (apabila memiliki titel, misal: dokter, insinyur, Prof., Doktor, dsb.): 

Bentuk fisik tokoh (agar dapat dibayangkan oleh pengarang sendiri)
Rambut:
Mata:
Kulit:
Tinggi:
Usia:
Lain-lain: termasuk tetapi tidak terbatas pada bekas luka, tanda lahir, kekhasan fisik, postur, tangan apa yang digunakan untuk menulis, segala sesuatu yang membuat setiap orang langsung mengenalinya.

Latar belakang tokoh:
Tempat/Tanggal Lahir:
Status sosial:
Pendidikan:
Situasi keuangan:

Hubungan pribadi: mis. Menikah, Lajang, Bertunangan, Bercerai.

Faktor penting: Ciptakan paling sedikit 5 kejadian penting yang menandai kehidupan tokoh, dan ciptakan alasan mengapa kejadian tersebut penting.

Hubungan penting: Ciptakan hubungan-hubungan penting, tergantung pada situasi yang diinginkan tentang si tokoh. Misalnya, pada Harry Potter hubungan kematian ibunya dengan bagaimana dia memperoleh kekuatan sihirnya adalah penting, walaupun ibunya sudah meninggal tetapi bagaimana ibunya meninggal mempengaruhi kehidupan Harry Potter dan keputusan-keputusan yang diambilnya untuk cerita selanjutnya. Karena bagian ini merupakan bagian yang sangat penting untuk membangun faktor psikologi tokoh, pikirkan dan ciptakan secermat mungkin. 

Karakter positif/negatif si Tokoh, misalnya, fleksibel bisa berarti mudah menyesuaikan diri, bisa juga berarti plin-plan. 

Tujuan akhir. Apa tujuan akhir dari tokohmu, apa yang paling diinginkannya, dan apa faktor-faktor yang menghambat tercapainya tujuan itu. 

Konflik Internal/Eksternal yang terdapat di dalam cerita, yang terjadi di dalam pribadi tokoh dan yang terjadi dalam hubungannya dengan tokoh lain. 

III. Buat Jurnal:

Berdasarkan semua informasi yang telah diciptakan, mulailah membuat catatan harian para tokoh. Bayangkan menulis kejadian-kejadian sehari-hari sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing tokoh dari sudut pandang tokoh itu sendiri.

Catatan Khusus:

Semua latihan ini dapat dilakukan sebagai persiapan untuk membuat draft atau dipakai selama menjalani J50K. Dengan sungguh-sungguh mengerjakan semua latihan di atas dan menetapkan target sekian kata untuk setiap poin, maka, mencapai 50.000 kata bukan hal yang sulit.

Karena itu:

1. Usahakan untuk tidak menjawab dengan singkat, tetapi menceritakan atau mendeskripsikan secara terperinci jawaban-jawaban untuk setiap poin.

2. Usahakan melihat dari beberapa sudut pandang, misalnya: sudut pandang penulis tentang tokoh, sudut pandang tokoh tentang tokoh dan sudut pandang tokoh lain tentang si tokoh.

Terakhir, selamat mencoba!

20 comments:

  1. wah ga kebanyang mbak ternyata sedetail ini ya hehe makasih panduannya mbak, siap menerapkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedetil ini karena mengejar 50.000 kata sih, hahaha... Jadi harus mencari jalan yang cerdik untuk bisa sampai ke sana tapi nggak merasa kehilangan esensi mengarangnya :) Semoga berguna.

      Delete
  2. keren mbak. mengurai pribadi tokoh saja ah, biar banyakan...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip ^_^ Semoga berhasil marathon-nya sampai genap/lebih 50K-nya ;) Enjoooy ^_^

      Delete
  3. banyak ya ya bisa digali dari seorang tokoh dalam cerita :)
    thanks ilmu nya!

    salm hangat..

    ReplyDelete
  4. weitss, siap diaplikasikan kepada Rey dan Kuki :D
    Trimakasih tipsnya kakak :)

    ReplyDelete
  5. Waaah...makasih ya Miss G, jadi semangat nih^^

    ReplyDelete
  6. belajar, belajar , belajar..!! semangat!! terima kasih ilmunya

    ReplyDelete
  7. wah ternyata susah juga ya jadi penulis. . .

    thank's infonya. .

    ReplyDelete
  8. Miss G. Krang ngerti dno. 1 akhir. Mksdny 'Usahakan untuk tidak menjawab dengan singkat, tetapi menceritakan atau mendeskripsikan secara terperinci jawaban-jawaban untuk setiap poin'
    Mohon pnjlasanny miss :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, maksudnya, saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang tokohmu usahakan untuk menguraikannya sepanjang yang kamu bisa. Contohnya ini: Pertanyaan no. 2. Tokohmu berharap wajahnya mirip dengan wajah siapa? Saat tokohmu melihat wajahnya sendiri di cermin apa yang dipikirkannya? Jawaban yang singkat: Ayah. Kurang cantik. Jawaban yang lebih deskriptif: “Aku berharap wajahku lebih mirip ayah, yang berhidung lancip dan berahang kuat. Sayangnya, meskipun mataku besar dan indah seperti mata ibu, aku juga harus mewarisi hidungnya yang kecil dan tenggelam di antara kedua pipiku.”

      Delete
  9. Tulisanya BAGUS BANGET kak, trimakasih sekarang saya mendapatkan banyak pencerahan :D *Jempol

    ReplyDelete