Thursday, October 13, 2011

Wajah Kematian

Gambar diambil dari sini
Topic starter : Kamis, 6 Oktober 2011 (1:03 pm)

Jika suatu hari nanti Kematian datang dan menyapa dirimu, bagaimana kamu akan menjawab panggilannya?

Apakah kamu akan menyambutnya penuh kehangatan dan rasa terima kasih karena ia akhirnya mengingat dirimu?

Ataukah kamu akan membujuknya supaya pergi menemui orang lain dulu dan diam-diam berharap setelahnya Kematian akan lupa untuk kembali menjemputmu?

Atau kamu sama sekali tidak peduli akan kehadirannya?

Pernahkah kamu membayangkan seperti apakah wajah Kematian itu? Apakah ia berjubah hitam tanpa wajah yang bisa kamu lihat ketika kamu menyibak tudungnya,tapi kamu bisa merasakan ada yang bergerak di bawahnya?

Terkadang aku membayangkan Kematian itu seperti seorang anak kecil yang suka bermain dan menyebarkan aura menyenangkan ketika berada bersamanya sehingga banyak orang yang datang mendekat dan ketika mereka tersadar wajah asli di balik keluguan wajah seorang bocah, segalanya telah terlambat karena mereka sudah tidak bisa lari dari cengkramannya.

Di lain waktu aku membayangkan Kematian itu menyamar sebagai wanita berparas cantik yang menebarkan harum segar musim semi yang membuat semua mata memandang penuh damba ingin berada dalam dekapannya, hanya saja yang tidak mereka ketahui adalah sekali berada dalam dekapan Kematian maka jangan harap mereka bisa kembali melihat datangnya Matahari.

Kematian bisa jadi awalnya terlihat welas asih, aku membayangkan sosok yang menemani di saat tidur sambil mengelus lembut kepala dan membisikkan kalimat-kalimat penuh rasa sayang dan penghiburan padahal diam-diam ia menghirup napas hidup seseorang sampai tidak bersisa sehingga ketika ditemukan yang tertinggal hanya tubuh yang terbujur kaku tanpa denyut kehidupan.

Pernahkah Kematian menampakkan wajah garang karena ia tahu tidak akan ada yang bisa lari menghindar darinya? Ataukah ia lebih senang memakai topeng sehingga tidak ada yang mengenali sosoknya di tengah kerumunan? Pasti Kematian sering menyeringai melihat betapa manusia suka bermain petak umpet dengannya walau tahu bahwa Kematian akan selalu dapat menemukan keberadaannya!

Temanku pernah berkata bahwa Kematian itu adalah suatu wake up call, penting bagi kita untuk menyadari bahwa waktu kita di bumi itu terbatas, suka atau tidak suka, pada saatnya nanti, Kematian pasti akan datang menemui setiap dari kita yang bernapas di dunia ini.

Lucu juga bila dipikir betapa Kematian itu sendiri merupakan sebuah akhir sekaligus sebuah awal dari sesuatu yang baru, maksudku akhir dari kehidupan di bumi sekaligus awal dari kehidupan kekal yang akan kita jalani.

Bila Kematian adalah sesuatu yang pasti, mengapakah banyak dari kita yang tidak siap menghadapinya? Bila Kematian adalah sesuatu yang pasti, bagaimanakah sebaiknya kita menjalani kehidupan?

Setiap awal akan menemui sebuah akhiran dan setiap dari kita mempunyai garis awal dan garis akhir yang sama berupa kelahiran dan kematian, bagaimana kita mengisi waktu di antara kedua rentang itulah yang akan membedakan hasil akhirnya.


..a wake up call it is and there's no need to postpone any longer to start fixing what was once went wrong and start being true to your heart..

Topic ended : Kamis, 6 Oktober 2011 (9:50 pm)