Tuesday, September 13, 2011

Something blue

 "Sedang nonton film apa nih sekarang?"

Meli menengok kepada temannya, Felicia yang baru saja melontarkan pertanyaan tersebut. Felicia terlihat sedang bosan, padahal mereka baru saja keluar dari teater usai menonton film drama bersama. Yah, tidak bisa disalahkan juga karena dia sendiri pun nyaris tertidur di dalam ruangan ber AC tersebut.

"Mau mampir sebentar ke kost gue? Elo cari sendiri deh film seri yang mau ditonton," Meli menawarkan hal tersebut pada Felicia.




"Baik sekali, " cibiran dilontarkan oleh Felicia. "Jangan-jangan karena butuh bantuan gue buat membereskan kamar kost elo..."

Seraya bertepuk tangan sehingga mengagetkan orang-orang disekitar mereka, Meli mengiyakan hal tersebut. Dipeluknya sahabatnya seraya meeka berjalan meninggalkan teater,"Yah, hitung-hitung kan sekalian toh... Elo boleh pinjam dalam waktu yang tidak terbatas..."

Dan walaupun menggerutu, Felicia mengiyakan ajakan Meli dan mereka pun bergegas menuju tempat kos.

Sesampainya disana Felicia menggelengkan kepalanya dan menyeringai. Sama seperti Meli, kamarnya juga kurang lebih berantakan tapi yang ini? Wuih, seolah ada topan badai yang khusus datang di kamar Meli dan mengobrak-abrik segalanya. Meli menyeringai dan mengangkat selimut dari kasurnya yang terletak di lantai. Ia memberi kode pada Felicia agar duduk di sana sementara ia mengambilkan beberapa kantong. Kantong-kantong itu berisi dvd bajakan dari berbagai film yang dikoleksi oleh Meli. Yang menjadi masalah adalah, begitu selesai menonton maka kepingan dvd itu akan diletakkan saja di kantong tersebut. Meli tampaknya tidak mau repot-repot untuk menyusun kepingan tersebut kembali dalam pembungkusnya.

"Nanti gue traktir baso deh," rayu Meli begitu melihat wajah Felicia yang tercengang. "Nah, sekarang tolong bantu menyusun film-film itu ya... Sekalian aja pilih yang mana mau elo pinjem" Ketika dilihatnya Felicia mendelik kearahnya, Meli tertawa dan mengatakan ia sendiri akan menyusun buku-bukunya agar lebih rapi. Felicia mendengus mendengar hal tersebut tapi ia pun memulai menyusun kepingan dvd satu demi satu. Mereka berdua larut dalam membereskan barang-barang tersebut. Meli sendiri mulai menyusun juga baju-bajunya yang berserakan di lantai. Dipisahkannya yang kotor dan yang baru saja diseterika. Felicia terkikik melihat hal tersebut hingga pandangannya tertumbuk akan satu keping dvd. Tidak ada cover apapun dari kepingan tersebut sehingga Felicia memanggil Meli dan menanyakannya.

"Oh, itu film...ya elo tau lah..." ia tidak melanjutkan kata-katanya melainkan hanya memberikan cengiran lebar pada Felicia.

"Maksud elo BLUE FILM?" Felicia bertanya dengan nada keras yang langsung di hentikan oleh Meli. Ia tidak mau terdengar oleh penghuni kos lain apalagi induk semangnya. Meli menyambar kepingan dvd tersebut dan hendak membuangnya ketika Felicia bertanya bagaimana ia bisa tahu kalau kepingan tersebut berisi film tersebut.

"Yah, karena aku tidak menulis apa-apa makanya gue tau itu filmnya Miyabi," Meli menyambar kepingan dvd tersebut dan meletakkan dalam bungkus yang telah ia sediakan.

"Siapa tuh Miyabi?"

Meli mendongak dan mengira Felicia hanya bercanda. Tapi beberapa saat ia menyadari kalau temannya memang benar-benar tidak tahu.
"Masa sihelo gak tau?" ia bertambah gemas ketika melihat wajah kosong Felicia. "Itu loh, yang sempet bikin heboh karena kedatangannya mau diprotes rame-rame itu... Kamu kemana aja sih kok sampai gak tau apa-apa?"

Meli memberikan kepingan dvd tersebut dan mengatkan kalau Felicia penasaran, tonton saja.

"Gak ah, " Felicia menolak tawaran tersebut. "Elo tau kan kalau ortu gue suka nyelonong begitu aja ke dalam kamar..."

Meli tertawa dan tetap memberikan film tersebut. Ia mengatakan agar Felicia coba saja mencari waktu yang enak untuk menonton.

"Supaya kamu gak kuper," ia melanjutkan dengan cekikikan. "Erh, tapi berhubung ini dvd udah lama banget gak gue tonton, hati-hati ya. Jangan di pasang di laptop!"


*****

Felicia menyalakan tv dan dvd playernya di dalam kamarnya. Ia berharap agar orangtuanya tidak mengetahui kalau ia sedang...

"Wah, mau menonton apa nak?" Pfff, harapan tinggal harapan, keluhnya dalam hati seraya dengan sigap mematikan kembali dvd playernya. Ibunya memasuki kamar dan seperti biasa mengomentari betapa berantakannya kamar tersebut. Bagaimana kalau ibu melihat kamar Meli ya, Felicia menduga-duga. Pasti beliau bisa semaput di tempat saat itu juga. Ibunya duduk sejenak di dalam kamarnya, bertanya apa saja yang ia lakukan sepanjang hari. Sesekali mata mereka beralih menonton acara televisi hingga akhirnya sang ibu berpamitan keluar. Mengingatkan bahwa sebentar lagi mereka akan makan malam bersama.

Tidak mau terganggu lagi, malamnya Felicia memutuskan untuk menontonnya di laptop. Ia ingat peringatan Meli dan karenanya ia merandek sejenak. Apa sebaiknya ia mencari saja siapa sih Miyabi itu lewat internet atau langsung saja menonton dari dvd tersebut.

"Ah, aku coba saja dulu pikirnya," seraya mulai memasang kepingan tersebut di laptopnya dan...

Brrrt, krek...krek....

Felicia tertegun.

Buka hanya ia tidak melihat apa-apa di layar laptopnya tapi sekarang laptopnya mati total. Spontan ia menyambar handphone dan berniat untuk menghubungi jasa perbaikan 24 jam ketika menyadari sesuatu.

"Apa gue gak bakal malu kalau ternyata petugasnya tau bahwa dvd ini yang menyebabkan kerusakan laptop?" Tidak, tidak, lebih baik ia menghubungi Meli untuk meminta tolong.


******

"Ya ampun Meli, susah banget sih menghubngi kamu!" keesokan paginya Felicia yang sudah berada di depan pintu kos Meli nyaris menjerit.

"Loh, kamu sendiri handphone-nya juga bicara terus... Telephone rumah katanya sedang diperbaiki, " Meli membukakan pintu dengan wajah yang tercengang. Matanya memandang tas laptop milik Felicia dan ia mengajak temannya agar masuk ke kamar.

Tanpa banyak bicara ia langsung membantu Felicia mengeluarkan laptop tersebut dari tasnya dan menyalakannya. Felicia menatapnya dengan tegang seraya berharap agar masalahnya dapat diselesaikan oleh sahabatnya. Meli mengeluarkan bolpen dan menusuk tombol eject dari laptop tersebut. Dan...sim salam bim...dvd itu berhasil dikeluarkan. Meli menatap dvd tersebut agak lama sehingga membuyarkan jeritan lega dari Felicia. Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk menyimpulkan kalau dvd tersebut bukan film Miyabi.

"Hehehe, ternyata ini hanya dvd berisi lagu-lagu...," Meli menyeringai dan terdiam ketika mendapati Felicia membalasnya dengan muka yang masam. Felicia juga menolak mentah-mentah ketika Meli menawarkan untuk mencarikan film Miyabi.

Dengan begini banyak gangguan, itu namanya gue gak boleh nonton...gerutunya dalam hati. Sudahlah, lebih baik jika ia memang sebegitu ingin tahunya maka mendingan ia mencari lewat internet.